jenis-jenis asuransi

Acap kali ditemukan kasus di mana para nasabah melakukan kesalahan ketika membeli asuransi. Sehingga banyak pemegang polis yang harus membayar premi mahal. Karenanya agar tak salah memilih jenis-jenis asuransi jiwa all in one, simak pembahasan kesalahan tersebut di bawah ini.

– Fokus pada investasi bukan proteksi

Banyak nasabah yang membeli berbagai jenis-jenis asuransi jiwa tetapi lebih fokus pada nilai investasi saja. Meskipun nantinya uang investasi tersebut akan ditambahkan ke nilai asuransi apabila tertanggung tiada. Tetapi Anda mesti tahu jika investasi nilainya tidak pasti dan berfluktuasi sesuai tingkat investasi yang dipilih.

Meskipun nilai investasi ini bisa menambah uang pertanggungan, tetapi nilai investasi tersebut sifatnya tak pasti. Hal yang pasti ialah jumlah dari asuransi jiwa all in one. Sebab nilai tersebut yang menjamin adalah perusahaan asuransi tersebut.

– Uang Pertanggungan Kurang

Penting sekali Anda ketahui nilai UP atau uang pertanggungan yang akan diperoleh itu akan memenuhi keperluan Anda. nilai UP merupakan jumlah yang diberikan perusahaan kalau pemegang polis baik itu istri atau suami pemberi nafkah meninggal. Sebab itu ketahui dengan pasti berapa nilai yang Anda butuhkan sebelum mengambil asuransi.

Contohnya, Anda mengambil polis yang jumlahnya 250 juta. Mungkin bagi Anda uang tersebut besar nilainya, padahal klaim itu tidaklah besar bila melihat kebutuhan seluruh keluarga sebesar 10 juta per bulannya. UP ini hanya bisa bertahan dua tahun saja. Dari hasil perhitungan ini, polis kecil tidak cukup untuk penuhi kebutuhan Anda.

– Belum perlu beli asuransi jiwa

Adapun tujuan utama jenis asuransi jiwa yakni memberikan manfaat berupa uang untuk ahli waris kalau pemegang polis tiada. Berarti posisinya Anda sebagai tertanggung apakah memiliki orang atau ahli waris yang harus perlu ditanggung bila Anda telah meninggal dunia.

Sebab adakalanya keluarga Anda yang tak selalu tergantung hidupnya pada diri Anda. Dengan begitu, Anda tak perlu membeli produk asuransi. Sebaiknya Anda alokasikan ke dana pensiun yang nantinya dapat Anda gunakan saat Anda telah pensiun. Sehingga Anda tak tergantung pada dana anak ketika hari pensiun Anda lalui.

– Salah menulis tertanggung

Harus Anda pahami tertanggung dalam asuransi jiwa yaitu pemegang polis bila sudah tiada, dengan begitu perusahaan akan memberikan dana pertanggungan pada keluarga polis. Jika pembuatan asuransi salah sasaran tentu akan jadi kesalahan fatal. Di mana pemegang polis bukanlah yang mencari nafkah dalam keluarga.

Misalnya dalam keluarga yang menjadi tertanggung ialah istri, padahal istri bukan pemberi nafkah utama. Melainkan suami lah yang menjadi pencari nafkah, dengan begitu seharusnya pihak tertanggung adalah suami. Tetapi bila keuangan Anda mampu membeli dua polis serta membayar premi, sebab idealnya asuransi jiwa dimiliki suami dan istri.

Hindari kesalahan dalam pembelian jenis-jenis asuransi jiwa all in one sebelum Anda menyesalinya kemudian hari, dengan informasi di atas setidaknya Anda dapat mengetahui kesalahan yang mesti Anda jauhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *