perbedaan reksadana dan saham

Kesalahan dalam memahami perbedaan reksadana dan saham bisa berakibat buruk bagi kelangsungan investor. Entah itu tidak memperoleh kemajuan dalam hal keuntungan atau bahkan bernilai minus dan berakhir merugi. Seperti halnya pekerjaan lainnya, berinvestasi memang memiliki resiko dan  tidak selalu mujur serta memiliki hasil yang positif. Namun hal itu bisa saja dicegah bila investor telah memiliki gambaran tujuan saat awal berinvestasi. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan investor pemula dalam memilih reksadana maupun saham.

Tidak Melakukan Riset Yang Mendalam Mengenai Jenis Investasi

Melakukan riset adalah hal mutlak yang mesti diterapkan oleh para investor. Baik pemula maupun kalangan profesional, meriset dapat mempermudah investor dalam menentukan langkah bijak dalam memilih portfolio. Riset bisa dilakukan antara reksadana dan saham

Riset dalam hal saham, misalnya mengetahui terlebih dahulu seluk-beluk saham. Setelah agak paham tentang sistem, cara kerja, syarat dan lain-lain, barulah mungkin Anda bisa memilih portfolio saham dari perusahaan mana yang cocok. Dalam meriset portfolio juga Anda perlu memperhatikan track recordnya, misalnya dari segi prospek bisnis dalam jangka waktu tertentu.

Riset dalam menentukan reksadana juga penting. Walaupun di dalam reksadana juga terdapat manajer investasi yang mengelola dana, seharusnya para investor juga memahami cara kerja sistemnya. Investor juga sebaiknya mengetahui jenis-jenis reksadana yang ada di pasar saham. Dengan mengetahui perbedaan reksadana dan saham secara menyeluruh, Anda akan terhindar dari ketidak fokusan dalam mengetahui tujuan keuangan.

Rancanglah Target Investasi Dalam Rentang Waktu Dan Tujuan Tertentu

Apa motivasi Anda dalam berinvestasi? Berapa lama Anda ingin berinvestasi? Jika sudah menunjukkan hasil investasi, apa yang harus Anda lakukan selanjutnya? Hal-hal dasar seperti itu seharusnya sudah Anda pikirkan sejak awal berinvestasi. Mungkin Anda bisa memulai dari memikirkan tujuan berinvestasi. Misalnya untuk dana saat keadaan ekonomi yang mendesak, dana pensiun atau dana pendidikan untuk anak-anak. Dari tujuan tadi, Anda bisa menentukan berapa lama Anda bertahan dalam berinvestasi. 

Hanya Tergiur Dengan Keuntungan Tanpa Memperhatikan Resiko Dan Pengalaman

Memang sudah kodrat manusia yang silau dengan hal berupa materi. Namun bukan berarti Anda bertindak tanpa perencanaan hingga tidak memperhatikan tingkat risiko dan return yang didapat. Jika memang Anda menyukai tantangan, lebih baik pilihlah saham. Dengan tingkat resiko yang tinggi, saham juga bisa memperoleh keuntungan atau imbal hasil yang besar pula. Sedangkan bila Anda Pemula dan masih ingin coba-coba, investasi reksadana patut untuk Anda pertimbangkan karena nilai awal investasi yang terjangkau. Namun, return yang didapat juga tak setinggi saham.   

Lakukan Diversifikasi Untuk Berjaga-Jaga Saat Salah Satu Portfolio Sedang Lesu

Melakukan diversifikasi adalah hal yang sebaiknya dilakukan bagi para investor. Menaruh dana investasi yang tak hanya di satu portfolio bisa mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Bila mungkin suatu saat salah satu portofolio investasi Anda sedang lesu dan mengalami penurunan, Anda Masih memiliki ‘cadangan’ investasi untuk menutupi nilai kelesuan tadi. Dengan mengetahui perbedaan reksadana dan saham, Anda bisa memiliki pengetahuan dalam menentukan mana langkah terbaik bagi investasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *