Cara Hitung Masa Ovulasi

Sebagai wanita, penting sekali bahi anda untuk mengetahui masa ovulasi. Artinya, anda harus tahu bagaimana cara hitung masa ovulasi. Well, ovulasi merupakan suatu proses dimana ovarium mengeluarkan sel telur matang ke tuba falopi sehingga sel telur tersebut bisa dibuahi. Masa ovulasi ini sangat penting untuk diketahui khususnya bagi anda yang saat ini sedang melaksanakan program hamil. 

Ketika anda sudah memahami masa ovulasi, anda dan pasangan dapat memutuskan waktu terbaik yang bisa anda pergunakan untuk melakukan hubungan dengan harapan program hamil yang sedang anda rencanakan itu berhasil. Agar waktu berhubungan pas dengan masa ovulasi, maka anda juga harus seksama memperhatikan apakah tanda-tanda ovulasi itu telah muncul. 

Bagaimana proses ovulasi?

Dalam ovarium, ada sel telur matang sejumlah 15 sampai 20. Ovarium akan mengeluarkan sel telur termatang dan dimasukan ke tuba falopi anda. Lalu, telur tersebut akan dibawa oleh tuba falopi masuk ke dalam rahim. Agar anda bisa segera hamil, sperma harus berhasil bertemu dengan sel telur (salah satu) dalam tuba falopi tersebut. 

Setidaknya, sel telur setelah dikeluarkan masih bisa bertahan sekitar 24 jam. Lalu bagaimana dengan sperma? Sperma yang sudah masuk di vagina bisa bertahan sekitar 7 hari. Maka, dalam waktu tersebut, sperma dan sel telur diharapkan dapat bertemu. Dalam waktu ini anda dan pasangan bisa melangsungkan hubungan seks atau bahkan sebelum waktu ini pun bisa karena masa subur yang anda miliki yakni kira-kira enam hari. 

Waktu terjadinya ovulasi

Bijaklah dalam melakukan cara hitung masa ovulasi. Kebanyakan wanita beranggapan bahwasannya masa ovulasi akan terjadi di hari yang ke 14. Namun, masa ovulasi sebenarnya tidak sama atau berbeda pada setiap wanita. Hal ini tergantung pada siklus haid atau menstruasi. Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Namun, umumnya, siklus tersebut berlangsung antara 25 hingga 30 hari yang mana siklus tersebut rata-rata 28 hari. 

Apabila siklus menstruasi yang anda alami berkisar 28 hari, maka kemungkinan besar masa ovulasi anda jatuh tepat di hari ke 14. Berhubungan badan di masa ovulasi sebenarnya tidak hanya bertujuan mempercepat kehamilan. Di masa ini, sel telur dapat juga dibekukan. 

Sewaktu-waktu siklus haid dapat berubah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut seperti stres, penurunan dan kenaikan BB, beratnya olahraga, kualitas tidur kurang baik, dan lain sebagainya. 

Jika siklus haid anda memang teratur, perhitungan kalender dapat anda lakukan untuk mengetahui terjadinya masa ovulasi. Anda dapat menghitungnya ke belakang. Anda harus memperkirakan kapan kira-kira hari pertama anda mengalami menstruasi. Lalu, berhitunglah mundur sebanyak 12 hari kemudian kurangi lagi 4. Kemungkinan, masa ovulasi yang akan terjadi pada anda dari hari yang sudah anda hitung yakni sekitar 5 hari. 

Apabila anda berhubungan badan tanpa mengenakan sebuah kondom pada masa ovulasi, peluang untuk hamil yang anda miliki sangatlah tinggi. Jika memang terjadi kehamilan, maka terdapat tanda kalau pembuahan ovulasi telah berhasil. 

Itulah tadi beberapa hal tentang ovulasi. Dengan mempelajari cara hitung masa ovulasi, maka anda akan mendapatkan masa ovulasi yang tetap dan program hamil anda kemungkinan akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *